Monday, October 07, 2013

Kurangnya penghargaan Terhadap Mata Uang Dalam Diri Masyarakat Indonesia

Mengenai Mata Uang Sebenarnya sudah lama ada dalam benak saya untuk mengingatkan diri kita akan pentingnya menghargai mata uang, namun hal tersebut sudah pernah di terbitkan oleh Pihak Bank Indonesia (BI) wilayah Aceh mengenai mata Uang yang masih berlaku. Berbicara Penghargaan terhadap mata uang maka kita akan mengupas banyak sekali hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan terhadap mata uang Indonesia namun kita tetap mengabaikannya, hasilnya adalah mata uang Indonesia selalu berganti dan hampir setiap tahunnya Negara mencetak mata uang yang baru sehingga kita telah membatu Negara untuk “menghabiskan Uang Negara” dikarenakan Ulah kita sendiri (Sangat Menyedihkan). Baiklah sebelum kita berbicara lebih jauh saya ingin juga mengingatkan sedikit tentang Daftar mata uang yang masih berlaku sampai saat ini dan Mata Uang Tidak Berlaku Lagi Serta telah dicabut oleh BI, Yaitu :
Dapat kita lihat bersama di atas telah disebutkan jenis-jenis mata uang yang masih berlaku dan tidak berlaku lagi, namun hal yang sangat disayangkan adalah banyak sekali para penjual Kaki lima maupun Kios tidak mau melakukan proses jual beli degan menggunakan pecahan logam Rp. 100,- dan Rp. 200,- . Memang apa bila kita melihat sekilas apalah uang dengan nominal itu, permen karet aja Rp. 500,-/3 dengan artian bahwa nominal tersebut tidak tahu akan digunakan untuk apa namun yang harus anda dan kita semua ketahui adalah 100 x 10 = 1000, maka uang dengan nominal 100 rupiah maupun 200 rupiah masih sangat berguna dan tidak boleh ditolak dalam melakukan melakukan Transaksi. Apa dampaknya apabila kita tidak menerima mata uang dengan nominal 100-200 rupiah sebagai alat tukar?? Saya yakin teman-teman lebih tahu, namun sekedar mengingatkan maka Nilai mata uang kita akan terus Besar dengan nilai yang kecil (Inflasi). Baiklah, saya rasa permasalah uang logam kita tinggalkan sejenak karena ada hal yang sama pentingnya bagi kita semua dalam menjaga dan menghargai Mata Uang agar tidak mudah Rusak yang pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri dan Negara Indonesia. Apa yang Harus kita lakukan agar dapat menjaga dan Menghargai mata uang (Uang Kertas)?? Mari kita baca dengan seksama di bawah ini sehingga paling tidak kita dapat membatu Negar ini dari ketepurukan Ekonomi :

1. Tidak Mencoret atau menuliskan sesuatu di uang Kertas
2. Tidak Melubagi uang kertas dengan Sengaja
3. Tidak Membuat lipatan atau terlipat sehingga membentuk lipatan pada uang kertas
4. Tidak Meremas uang kertas
5. Tidak dengan sengaja merendam uang kertas dengan air atau tinta
6. Dan lain-lain y dapat merusak uang kertas dengan sengaja

Terimakasih kepada semua pembaca, mari semua kita menjadi masyarakat yang berguna bagi bangsa mulai dengan hal yang terkecil.

Raja Lam Donya

Pemimpin adalah sosok manusia yang memiliki Hak dalam setiap lakah untuk mengambil kebijakan maupun keputusan (Presiden, Hakim, Gubernur, dll) adalah benar-benar sosok manusia yang memiliki jiwa sebagai seorang kesatria, yang mampu mengemban dan menjalankan setiap kewajiban sebagai Pemimpin (Raja Lam Donya). Apabila kita melihat Fungsi daripada pemimpin adalah sangat besar fungsinya, karena tanpa sosok pemimpin kita semua akan terpecah dan berjalan tanpa arah dan tujuan serta tanpa keadilan, saya rasa anda semua tahu untuk apa kita memilih pemimpin dan mempercayainya.
Namun yang terjadi saat ini adalah bukan seperti yang saya dan anda semua harapkan (saya yakin anda juga setuju), sosok pemimpin hanya bagi mereka yang berada dalam kelompok, Apa yang terjadi dengan mereka yang tidak berada dalam kelompok tersebut?? Yaa... anda Benar...!!! saat ini Krisis kepercayaan terhadap pemimpin sudah mulai mendesir dalam hati kita semua, dimana setiap masyarakat tidak lagi mempercayai Pimpinan (Raja lam Donya) dan Hukum yang berlaku. Saya yakin anda semua juga dapat membayangkan apa yang akan terjadi bila setiap dari kita semua tidak lagi dapat mempercayai Pimpinan dan Hukum yang ada. Namun demikian, apapun yang akan terjadi Nanti, Esok dan seterusnya itu semua adalah ketentuan Sang Khalik, dan Sangat tidak wajar bagi kita semua menyerah begitu saja. Semoga Para Pemimpin disadarkan dan mendengar setiap jeritan anak bangsanya. Tidak ada maksud dari saya untuk menjelekkan Negara dan Pemimpin, namun ini semua adalah jeritan hati anak bangsa.

Penerimaan Cpns Aceh Tamiang Tidak Sesuai Dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2013 di Aceh tamiang menuai tanda Tanya oleh beberapa sarjana Bimbingan Konseling Seluruh Indonesia. Hal tersebut dikarenakan adanya penyimpangan atau ketidak sesuaian dengan Peraturan Menteri Pemdidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Konselor. Dalam Rincian Penerimaan Jabatan guru yang dibutuhkan tertera Guru Bimbingan Konseling namun yang disayangkan Kualifikasi pendidikan yang dibutukan adalah S1/A-IV Psikologi.
Walaupun demikian UU Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen Pasal 12 telah menjelaskan bahwa Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu. Namun hal tersebut juga terbantahkan dengan adanya beberapa sarjana Bimbingan Konseling yang melamar sebagai CPNS di Aceh tamiang gagal mengajukan Permohonan dikarenakan tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah tersebut. Mengapa demikian‚ sebenarnya apabilah kita mencoba melihat lebih jelas lagi Konselor adalah tenaga pendidik profesional yang telah menyelesaikan pendidikan akademik strata satu (S-1) program studi Bimbingan dan Konseling dan program Pendidikan Profesi Konselor dari perguruan tinggi penyelenggara program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Lampiran Butir B). namun apa yang terjadi pada dunia pendidikan kita saat ini?? Mohon kepada Pejabat daerah terkait untuk dapat menimbang kembali apa yang telah diputuskan dikarenakan ini tidak sesuai dengan apa yang telah di tetapkan oleh Permendiknas yang seharusnya menjadi acuan bagi dunia pendidikan.

Wednesday, April 17, 2013

Waspada Batuk Pada Ibu Hamil

Di tulis Oleh Dr. Saiful Akbar Batuk adalah penyakit yang sering dikeluhkan pada masa kehamilan. Pada trisemester pertama obat batuk harusnya dihindari. batuk pada trisemester pertama kehamilan sering terjadi diakibatkan oleh alergi. Adapun bahan alergi yang harus dihindari pada trisemester pertama/tiga bulan pertama kehamilan adalah : 1. Minyak goreng/ minyak makan. 2. Asap rokok 3. Cat dinding yang berdebu. 4. Bahan Penyedap makanan. 5. Cuaca dingin.
Hal tersebut di atas sangat mempengaruhi pada trisemester kehamilan, sedapat mungkin menghindari pemakaian obat-obatan kecuali atas petunjuk dokter. hal yang paling penting di sini adalah menjaga stamina sang ibu agar tetap vit dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga dapat membantu pembantukan janin dengan sempurna. Pada Trisemster kedua kehamilan umur 3-6 bulan masa kehamilan batuk juga dapat terjadi namun pada saat ini dapat digunakan obat-obatan yang relatif aman seperti paracetamol,Dextromethorphan dan Guaifenesin atau obat sejenih OBH lainnya. namun pada masa kehamilan harusnya dihindari semaksimal mungkin.

Thursday, May 17, 2012

Kurikulum BK, MK Bersyarat dan Kode MK 2011-2012 dan

Kurikulum tersebut dibawah ini dipublish bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Unsyiah dalam menyusun Kartu Rencana Studi (KRS), demi ketepatan menyelesaikan Studi Jenjang S1. Apabila ada hal yang kurang jelas dapat meninggalkan Comentar di Post Comentar..

Sunday, November 27, 2011

Tahapa-Tahapan Konseling Eklektik

Konseling eklektik sebenarnya tidak menganut tahapan yang spesifik.
Carkhuff mengemukakan model konseling sistematik pada eklektik ini disusun menjadi enam tahap yaitu tahap eksplorasi masalah, tahap perumusan masaslah, tahap identifikasi alternative, tahap perencanaan, tahap tindakan atau komitmen, tahap penilaian dan upan balik (Gilliland,1984). Keenam tahap diatas akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Tahap Eksplorasi Masalah Pada tahap ini konselor menciptakan hubungan sebaik mungkin dengan klien, membina hubungan saling percaya, menggali kepercayaan klien lebih dalam mendengar apa yang menjadi perhatian klien, menggali pengalaman klien dan merespon isi, perasaan dan arti dari apa yang di bicarakan kien.

TEORI KONSELING EKLEKTIK

Eklektisme (eclectism) adalah pandangan yang berusaha menyelidiki berbagai sistem metode, teori, atau doktrin,yang dimaksudkan untuk memahami dan bagaimana menerapkannya dalam situasi yang tepat. Eklektiksme berusaha untuk mempelajari teori-teori yang ada dan menerapkannya dalam situasi yang dipandang tepat.
Pendekatan konseling eklektik berarti konseling yang di dasarkan pada berbagai konsep dan tidak berorientasi pada satu teori secara eksklusif. Eklektisme berpandangan bahwa sebuah teori memiliki keterbatasan konsep,prosedur, teknik. Karena itu eklektisme “dengan sengaja” mempelajari berbagai teori dan menerapkan sesuai keadaan rill klien. Konseling eklektik dapat pula disebut konseling integratif.
Konseling eklektik dapat pula disebut dengan pendekatan konseling integratif. Perkembangan pendekatan ini dimulai sejak tahun 1940-an, yaitu ketika F.C.Thorne menyumbangkan pemikirannya dengan mengumpulkan & mengevaluasi semua metode konseling yang ada. Brammer & Shostrom (1982) sejak 1960 mengembangkan model konseling yang dinamakan “actualization counseling” & telah membawa konseling ke dalam kerangka kerja yang luas, yang tidak terbatas pada satu pendekatan tapi mengupayakan pendekatan yang integratif dari berbagai pendekatan, dan pada akhir 1960-an hingga 1977, R.Carkhuff juga telah mengembangkan konseling eklektik, dengan melakukan testing & riset secara komperhensif, sistematik, & integratif. ahli lain yang turut membantu perkembangan konseling eklektik di antaranya G.Egan (1975) dengan istilah Systemic helping, prochaska (1984) dengan nama Integrative eclectic.

PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING


A.  Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling

Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).
Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.

Kewajiban Konselor

KONSELOR YANG BERTUGAS DI SEKOLAH/MADRASAH DIWAJIBKAN MENGUASAI DAN MENYELENGGARAKAN HAL-HAL BERIKUT:
  1.    Menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, khususnya pelayanan profesional konseling
a.    Konselor menguasai spektrum pelayanan pada umumnya, yaitu pelayanan dasar, pelayanan pengembangan, dan pelayanan teraputik.
1)    Pelayanan dasar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.
2)    Pelayanan pengembangan dimaksudkan mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik peserta didik akan dapat menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya dengan  wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki, serta menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan bagi peserta didik. Di sekolah/madrasah, konselor, guru,  dan tenaga kependidikan  memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap peserta didik.
3)    Pelayanan teraputik dimaksudkan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir, serta kehidupan keberagamaan. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik, konselor memiliki peran dominan. Peran konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar dan pengembangan.

b.    Konselor menguasai spektrum pelayanan profesional konseling, meliputi:
1)    Wawasan keilmuan, keterampilan keahlian, kode etik, dan organisasi profesi konseling.
2)    Paradigma, visi dan misi pelayanan konseling
3)    Bidang pelayanan konseling
4)    Fungsi, prinsip, dan asas konseling
5)    Jenis layanan, kegiatan pendukung, dan format pelayanan konseling
6)    Operasionalisasi kegiatan  konseling terhadap berbagai sasaran pelayanan

Saturday, November 26, 2011

Contoh Laporan Studi Kasus

I.             Keluhan Orang Tua
Anak mudah sekali marah, saat marah anak tersebut suka sekali memcaci maki dan suka berbicara tidak sopan kepada temanya maupun kepada orang lain yang lebih tua. Anak tersebut juga suka membantah ibunya, akan tetapi terkadang anak tersebut sangat manis dan sopan pada orang lain, terutama sangat manja dengan ayah dan pengasuhnya.

II.          Identitas
Nama                              : Ada Dech (Di isi sebenar nya )
Tempat/ Tanggal Lahir   : Di isi sebenar nya
Agama                            : Di isi sebenar nya
Pendidikan                     : Di isi sebenar nya
Jenis Kelamin                 : Di isi sebenar nya
Alamat                           : Di isi sebenar nya
Urutan Dalam Keluarga : Di isi sebenar nya
Status Anak                   : Di isi sebenar nya

Friday, November 25, 2011

Moral Remaja

A. Pengertian Moral
Elizabeth B. Hurlock (1999:74) mendefinisikan moral sebagai bentuk tingah laku yang sesuai dengan aturan-aturan kelompok social. “Moral” berasal dari kata “mores” yang berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Sikap yang bermoral dikendalikan atau didasari oleh konsep-konsep atau pengetahuan-pengetahuan tentang moral yang telah menjadi pegangan atau panutan bagi kelompok sosial di mana individu tersebut berada.
Moral adalah kebiasaan atau aturan yang harus dipatuhi oleh seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Moral merupakan seperangkat aturan yag menyangkut baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, benar atau salah, dan tidak bertetangan dengan hati nurani dalam menjalani kehidupan sosial.
Berdasarkan pengertian di atas, terdapat empat hal pokok yang berkaitan dengan moral, yaitu : mempelajari apa yang diharapkan kelompok sosial dari anggotanya seperti aturan hokum, kebiasaan kelompok sosial; mengembangkan hati nurani; mempelajari untuk merasakan malu atau bersalah jika sikap individu tidak sesuai dengan aturan yang ada pada kelompok sosial; dan belajar berinteraksi sosial untuk mempelajari moral yang ada dalam kehidupan kelompok sosial.

TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK (Carl Rogers)

TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK
(Carl Rogers)
A. SEJARAH SINGKAT
Carl Rogers (1902 – 1988)
Lahir di Illinois dan sejak kecil menerima penanaman yang ketat mengenai kerja keras dan nilai agama Protestan. Kelak kedua hal ini mewarnai teori-teorinya. Setelah mempelajari teologi, ia masuk Teacher’s College di Columbia Uni, dimana banyak tokoh psikologi mengajar. Di Columbia Uni ia meraih gelar Ph.D.
Rogers bekerja sbg psikoterapis dan dari profesinya inilah ia mengembangkan teori humanistiknya. Dalam konteks terapi, ia menemukan dan mengembangkan teknik terapi yang dikenal sebagai Client-centered Therapy. Dibandingkan teknik terapi yang ada masa itu, teknik ini adalah pembaharuan karena mengasumsikan posisi yang sejajar antara terapis dan pasien (dalam konteks ini pasien disebut klien). Hubungan terapis-klien diwarnai kehangatan, saling percaya, dan klien diberikan diperlakukan sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggungjawab atas keputusannya. Tugas terapis adalah membantu klien mengenali masalahnya, dirisnya sendiri sehingga akhrinya dapat menemukan solusi bagi dirinya sendiri.

Gangguan dan Penyakit Jiwa

1.      Psikosomatik
Adalah penderita yang menemukan kelainan-kelainan atau keluhan pada tubuhnya yang disebabkan oleh faktor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan perubahan yang tidak mudah pulihnya, misalnya :
·         sulit tidur jika banyak masalah
·         hilang nafsu makan
·         makan berlebihan.

2.      Kelainan kepribadian
Penderita sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Misalnya :
·         Orang suka marah-marah
·         Terlalu cepat mencintai seseorang
·         Memiliki kecurigaan yang berlebihan terhadap orang lain
3.      RetardaMental

Model-Model Konseling

1.                   Terapi Tingkah Laku Menurut Marquis
Terapi tingkah laku adalah suatu teknik yang menerapkan informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan masalah manusia. Jadi tingkah laku berfokus pada bagaimana orang-orang belajar dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka.
Istilah terapi tingkah laku atau konseling behavioristik berasal dari bahasa Inggris Behavior Counseling yang untuk pertama kali digunakan oleh Jhon D. Krumboln (1964). Krumboln adalah promotor utama dalam menerapkan pendekatan behavioristik terhadap konseli, meskipun dia melanjutkan aliran yang sudah dimulai sejak tahun 1950, sebagai reaksi terhadap corak konseling yang memandang hubungan antar pribadi, antara konselor dan konseli sebagai komponen yang mutlak diperlukan dan sekaligus cukup untuk memberikan bantuan psikologis kepada seseorang.
Aliran baru ini menekankan bahwa hubungan antar pribadi itu tidak dapat diteliti secara ilmiah, sedangkan perubahan nyata dalam prilaku konseli memungkinkan dilakukan penelitian ilmiah. Perubahan dalam perilaku itu harus diusahakan melalui suatu proses belajar atau belajar kembali yang berlangsung selama proses konseling. Oleh karena itu proses konseling dipandang sebagai suatu proses pendidikan yang terpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar perilaku baru, dan dengan demikian mengatasi berbagai macam masalah.
Perhatian difokuskan pada perilaku-perilaku tertentu untuk dapat diamati, yang selama proses konseling melalui prosedur-prosedur dan teknik-teknik tertentu akhirnya menghasilkan perubahan yang nyata, yang juga dapat disaksikan dengan jelas. Jadi perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajar dan karena itu dapat diubah dengan belajar baru. Dengan demikian, proses konseling pada dasarnya sebagai suatu proses belajar.

Saturday, July 23, 2011

Tradisi Madeung dalam Masyarakat Aceh

Pelaksanaan madeung dilakukan selama 7 hari berturut-turut, tetapi ada juga yang dilakukan oleh orang-orang tertentu selama empat puluh empat hari berturut-turut (selama masa nifas) yang biasanya selesai ritual madeung ini sang ibu akan melaksanakan “manoe peut ploh peut” atau mandi suci. Selanjutnya dilakukan proses bakar batu toet batee (pemanasan batu). Batu yang telah dipanaskan lalu diangkat dan dibungkus dedaunan tertentu,seperti oen nawah (daun jarak) lalu dibalut kain beberapa lapis hingga panasnya masih dapat dirasakan tetapi tidak menimbulkan bahaya. Gulungan batu tersebut lalu disandarkan pada perut perempuan yang sedang berbaring di balai-balai tersebut, jika batu pertama sudah dingin, maka akan digantikan oleh batu kedua yang dibuat serupa dengan batu pertama, dan begitu juga dengan batu yang ketiga yang dipakai setelah batu kedua dingin terus-menerus secara bergantian, batu dipanaskan di dapur di bawah balai tersebut yang terus menerus berapi, api dari tungku kayu itu tak boleh terlalu besar, maka dari itu apinya perlu dijaga.

Friday, July 15, 2011

Orang Jepang Kurang Suka Dengan Facebook

Beberapa kali saya pernah megirimkan invitation ke teman mahasiswa Jepang untuk ikut bergabung di FaceBook (FB). Tapi undangan saya tersebut sangat jarang ditanggapi oleh teman saya. Ada satu dua orang yang menjadi anggota, tapi itupun tidak aktif. Hanya sekedar membuka account saja. Yang lumayan aktif biasanya hanya mahasiswa Jepang yang mempunyai banyak teman mahasiswa asing.
Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB. Ternyata bahasa bukan kendali

Monday, May 30, 2011

Seminar Nasional

Seminar Nasional
Reuni + Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Tema: "reaktualisasi Guru Bimbingan & Konseling menuju pelayanan yang bermartabat"


Tanggal 27  s/d 28 Juni 2011 di Auditorium FKIP Unsyiah Banda Aceh

Biaya Pendaftaran seminar :
Mhsiswa Rp. 50.000
Umum Rp. 100.000 saja...:D

Biaya Pendaftaran Reuni :
Alumni Rp. 100.000 saja...

segera datangi tempat pendaftaran di Ruang Pusat Pelayanan Psikologi & konseling (PPPK) / Gedung AAC Bank mandiri cab. Unsyiah Lt. 2 dpt juga melalui:
Reg BPD 014.02.03.610584-6  a/n Sdri. Qathrin Nida

Note : slip Pembayaran di bawa/ditunjukkan saat registrasi...
Cp : Sdr. Fahmi           (085 370 929 827)
       Sdri. Qathrinnida  (085 257 238 591)

Tunjukkan Keingintahuan anda tentang BK lebih dalam>>..>>>>
Diselenggarakan oleh Jurusan & Himpunan Bimbingan Konseling FKIP Unsyiah

Scedul Kegiatan & Rincian Dana dapat di download di bawah ini:
2. Rincian Dana


Khusus untuk Scedul Temu Sejawat/Reuni akan disesuaikan lagi sehingga semakin lebih baik...
apabila terdapat kesalahan/kekeliruan atau ketidak jelasan atas anggaran/scedul tersebut Hubg. kami
Cp. 085260944654/Saifan

Friday, May 27, 2011

Gangguan Somatoform


Gangguan somatoform dan disosiatif, berkaitan dengan gangguan kecemasan. Pada gangguansomatoform, individu mengeluhkan gejala-gejala gangguan fisik, yang terkadang berlebihan, tetapi pada dasarnya tidak terdapat gangguan fisiologis. Pada gangguan disosiatif, individu mengalami gangguan kesadaran, ingatan, dan identitas. Munculnya kedua gangguan ini biasanya berkaitan dengan beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan, dan terkadang gangguan ini muncul secara bersamaan.

Thursday, May 19, 2011

GANGGUAN KEPRIBADIAN

Pendahuluan

Gangguan kepribadian merupakan gangguan psikologis kronis yang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Memiliki gangguan kepribadian negatif dapat mempengaruhi pekerjaan seseorang, keluarga, dan kehidupan sosial seseorang.

Gangguan Kepribadian ada yang kontinum sehingga mereka dapat ringan sampai lebih parah dalam hal bagaimana luas dan untuk menunjukkan sejauh mana seseorang fitur gangguan kepribadian tertentu. Sementara kebanyakan orang dapat hidup cukup normal dengan gangguan kepribadian ringan (atau lebih sederhana, ciri-ciri kepribadian), selama masa stres meningkat atau tekanan-tekanan eksternal (pekerjaan, keluarga, hubungan baru, dll). Gejala dari gangguan kepribadian akan mendapatkan kekuatan dan mulai serius mengganggu fungsi emosional dan psikologis mereka.

Tuesday, May 03, 2011

gangguan mood dan bunuh diri

Pendahuluan


Gangguan mood akhir- akhir ini semakin di kenali dan di perhatikan. Suatu kriteria gangguan mood pada seseorang adalah suatu kekacauan mood, seperti depresi. Depresi seringkali di pandang sebagai “demam influenza” dalam permasalahan psikologis sebab gejala inilah yang paling banyak pasiennya. Depresi merupakan keadaan yang hebat dan berlangsung lebih alam dibandingkan dengan kesedihan biasa. Biasanya penderita depresi mempunyai perasaan tidak berdaya dan pesimis.mereka merasa waktu berjalan amat lambat, dikarenakan orang yang depresi sangat sulit menghayati kegembiraan atau kenikmatan . akhirnya orang- orang yang depresi lebih sering menarik diri dari berbagai kegiatandan mengabaikan tanggung jawab dan pekerjaannya. Menurut sebuah penelitian, mengungkapkan bahwa seringkali seseorang yang depresi bersikap sangat kritis terhadap dirinya sendiri, merasa bersalah mudah tersinggung dan sulit mengendalikan diri dalam menentukan hidupnya sendiri. Pikiran- pikiran tentang mati, termasuk upaya bunuh diri
dapat saja terjadi.

Daftar Temuan