A. Pendahuluan
Pada dasarnya emosi dapat di katakan sebagai suatu pembawaan yang di pelajari dan di sadari. Kadang – kadang dinamakan kecenderungan yang di pelajari. Sedangkan pembawaan yang tidak di sadari , tapi di pelajari dinamakan komplek jiwa. Di katakan bahwa seseorang mempunyai rasa cinta kepada orang lain. Dan kita dapati bahwa ia cenderung kepada teman dalam bermacam – macam kesempatan, pengaruh yang berbeda dari satu keadaan kepada yang lainnya. Maka perasaan dalam hal ini menyerupai naluri. Naluri – seperti yang telah kita katakan – adalah kesediaan jiwa yang teransang dalam situasi tertentu. Akibat teransangnya hal ini terjadi lah emosi dan tindakan, dan tindakan itu di kehendaki oleh situasi yang merupakan salah satu faktor yang meransang naluri itu.
Pada umumnya , emosi itu bisa konkret dan bisa abstrak. Maka emosi yang kokret berkisar pada hal – hal yang dapat di raba seperti orang dan benda. Adapun emosi yang absrak terpusat pada pengertian. Seperti cinta akan keindahan, cinta harga diri, benci pada aniaya, menghargai yang kuat dan menghina khianat.